Saat pintu baru dibuka dan peserta berdatangan, staf dengan daftar cetak mencari nama, mencoretnya dengan pulpen, dan sekaligus berusaha membaca tulisan tangan. Antrean memanjang, dan setelahnya tidak ada yang tahu persis siapa yang datang, karena daftar yang dicoret sulit dihitung dan lebih sulit lagi diketik ulang.
Sebagian besar alat registrasi sudah dapat menaruh kode QR unik pada setiap tiket atau lencana dan mengekspor daftar peserta sebagai CSV. Yang kurang di banyak acara kecil dan menengah adalah cara sederhana untuk memindai kode-kode itu di pintu tanpa menyewa perangkat check-in khusus.